Wisata murah meriah di George Town


Oleh Trinity “The Naked Traveler”

Penang adalah salah satu tempat favorit saya di Malaysia. Alasannya karena murah meriah! Murah harganya, meriah wisatanya, terutama untuk wisata budaya dan kuliner. Penang sebenarnya adalah semacam propinsi, tapi orang lebih mengenal sebagai Pulau Pinang meski wilayahnya juga termasuk Seberang Perai. Kali ini saya fokus main di George Town, ibu kota Penang yang terdaftar ke dalam UNESCO Heritage Site karena mereka berhasil melestarikan bangunan bersejarahnya yang merupakan perpaduan gaya kolonial Eropa dan budaya Asia.

Tempat Wisata Gratis

Enaknya di George Town, banyak tempat menarik yang gratisan. Modal jalan kaki doang, keliling-keliling liat bangunan tua dan mratiin orang menyenangkan sekali. Sebelum jalan, saya cari referensi di internet, salah satunya ini.

Beberapa tempat favorit saya adalah:

Seluruh George Town sebenarnya didominasi oleh shophouses, semacam ruko bergaya arsitektur eklektik Cina Selatan. Di Asia Tenggara banyak terdapat shophouses semacam ini, tapi cuman di Malaysia dan Singapura yang bagus melestarikannya. Ruko bertingkat dua ini dicat warna-warni, kadang dijadikan toko, café, restoran, atau rumah pribadi.

Beach Street – disebut juga Bank Street karena merupakan pusat kantor bank komersial dunia. Siap-siap banyak motret di jalan ini karena bangunan di sekelilingnya keren banget, jadi berasa kayak kota di Eropa!

Padang Kota – di daerah sekitar Lebuh Light, terdapat Clock Tower, Town Hall, City Hall, dan Penang State Assembly Building, yang keren banget bangunan kolonialnya.

Lebuh Farquhar – sepanjang jalan ini terdapat bangunan era kolonial yang megah, seperti St. George’s Church (gereja Anglican tertua di Malaysia), Cathederal of The Assumption (gereja Katholik sejak 1860), dan Court Building (gedung Mahkamah Tinggi yang bergaya Palladian).

Uncle bikin kuih

Chowrasta Market – Ini adalah pasar tradisional yang jualannya macem-macem, termasuk jajanan enak-enak. Nonton deh si Uncle (di sana semua pria tua dipanggil “uncle”) bikin Po Piah Skin (kulit lumpia) atau Nyonya Kuih (kue basah tradisional).

Little India – nggak usah jauh-jauh ke India, daerah ini India banget. Mau beli kain sari atau gelang bangle, mau nyukur alis pake benang (threading), mau tindik hidung, atau makan samosa sampai dessert India ada di sana.

Kapitan Keling Mosque

Kunjungi juga Sri Mahariamman Temple (candi Hindu tertua di Penang sejak 1883 dengan menara setinggi 7 meter berisi 38 patung cantik), Kapitan Keling Mosque (mesjid tertua di Penang sejak tahun 1800), dan Goddess of Mercy Temple (kelenteng tertua di Penang sejak tahun 1728).

Clan Jetty – perkampungan imigran asal Cina yang berumur 100an tahun yang rumah-rumahnya terbuat dari kayu berdiri di atas laut. Lingkungannya bersih dan lumayan untuk leyeh-leyeh lihat laut.

Sedangkan yang pake tiket masuk tapi wajib dikunjungi di George Town adalah Fort Cornwallis (benteng terbesar di Malaysia yang dibangun tahun 1786), Cheong Fat Tze Mansion (rumah orang kaya asal Cina yang menang UNESCO Conservation Heritage Award), Pinang Peranakan Mansion (museum Baba-Nyonya) dan Khoo Kongsi Temple (kelenteng salah satu klan Cina tempat syuting “Anna and The King”).

Makan

Susu almond + kwetiaw kuah = RM 5

Orang Malaysia sendiri mengakui bahwa makanan paling enak se-Malaysia ada di Penang. Selain enak, murah pula! Char Koay Teow (kwetiaw goreng), Koay Teow Soup (kwetiaw kuah), Hokkien Mee, Lor Bak, Chee Cheong Fun, Wan Tan Mee, Pork Porridge, rata-rata cuma RM 3/porsi, tapi ini 100% haram. Untuk makanan halal jangan kuatir, ada Nasi Kandar (nasi campur ala India), Roti Canai, Assam Laksa, Fried Oyster dengan harga RM 1 – RM 5 aja. Atau Nasi Lemak paling enak sedunia yang cuman RM 1,50/porsi di Sri Weld Food Court! Untuk dessert, cobain deh Ice Cendol dan Rojak-nya. Maaf, kali ini saya harus bilang bahwa rasanya lebih enak daripada punya kita. Kalau minuman favorit saya sih Ice Almond Milk! Wih, segerr!

Penginapan

Banyak hostel/guest house bertebaran di George Town, terutama di sekitar Lebuh Chulia. Harga per orang per malam di dorm murah banget, mulai dari RM 12. Kemarin sih saya nginep di sebuah hostel di Jalan Hutton yang menempati bangunan tua kolonial keren, harganya RM 30.

Transportasi

Saat ini setiap hari udah ada direct flight naik Air Asia dari Jakarta ke Penang, juga dari Surabaya (3x seminggu) dan Medan (3x sehari). Kota George Town sendiri relatif kecil, ke mana-mana bisa jalan kaki. Kalau malas, bisa naik bus MPPP Rapid Penang CAT.. gratis tis tis! Cari aja halte yang tulisannya “Hop On Free” dan bus yang tulisannya gede “City Hop On”, mereka berhenti di 19 titik strategis yang dekat dengan destinasi wisata di sekitar George Town. Masih malas juga, bisa naik becak yang penuh dengan hiasan bunga plastik. Harganya kudu tawar-tawaran, tapi sering kasihan karena yang narik aki-aki tua gitu. Kalau iseng, cobain naikferry dari George Town ke Butterworth di mainland, dan itu gratis loh! Lucunya, balik dengan rute Butterworth – George Town baru bayar RM 1,20.

Catatan: Kurs Desember 2011, 1 RM = Rp 2.850,-

2 thoughts on “Wisata murah meriah di George Town”

  1. mas, makanan china di Penang ada yang halal ga kalo gitu? hehe. terus Sri Weld Food Court itu dimana mas? kemarin dorm, go show atau booking? maap banyak nanya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s